Infokota.online
Pekalongan — Perbedaan budaya dan keyakinan tak menghalangi Laura da Costa Do Espirito Santo (26) untuk merengkuh cita-citanya. Perempuan asal Dili, Timor Leste, itu resmi menyandang gelar Profesi Apoteker usai mengikuti prosesi pengambilan sumpah di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).
Tampil sebagai satu-satunya lulusan non-muslim dan tidak mengenakan hijab di antara 38 rekannya, mahasiswi beragama Katolik tersebut berhasil menyelesaikan pendidikannya secara lancar berkat semangat toleransi yang tinggi di lingkungan kampus.
Masa-masa awal perkuliahan diakui Laura cukup menantang, terutama terkait penyesuaian bahasa dan kultur lokal. Namun, pendampingan dari pihak kampus serta keterbukaan rekan sesama mahasiswa membuat proses adaptasinya berjalan lebih mudah.
“Awalnya terasa asing dan bahasa saya agak susah dipahami. Namun perlahan teman-teman bisa menerima dan mengerti saya. Bahkan saat Hari Natal mereka memberikan ucapan selamat, dan kalau saya belum tahu lokasi gereja, ada yang bersedia mengantar,” ujar Laura usai pelantikan.
Perjuangan Laura menempuh studi mandiri sejauh ribuan kilometer dari kampung halaman turut dihadiri langsung oleh ibu, kakak, adik, dan keponakannya yang terbang khusus dari Dili. Kakak kandung Laura, Vanessa Sprianto, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas pencapaian sang adik.
“Setiap hari kami sekeluarga di Dili merasa khawatir karena jarak yang jauh. Namun lewat doa dan perjuangan luar biasanya, Laura akhirnya bisa membuktikan dan sampai di titik ini,” ungkap Vanessa.
Sementara itu, Wakil Dekan 2 Fakultas Ilmu Kesehatan UMPP, Istiaroh, menjelaskan bahwa kampus memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa asing sejak awal kedatangan.
Selain membantu kendala administrasi seperti pengurusan visa belajar, UMPP mengutus tim dosen dan mahasiswa untuk mendampingi proses pengenalan budaya serta adat istiadat masyarakat Pekalongan.
Usai mengantongi gelar apoteker, Laura berencana segera kembali ke negara asalnya untuk mengabdikan ilmu di fasilitas kesehatan setempat, khususnya di rumah sakit atau klinik.
