Infokota.online
Pekalongan — Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja melakukan proses verifikasi dan validasi (verval) teknis terhadap 95 titik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan fisik bangunan dan fasilitas penunjang sebelum jaringan koperasi desa tersebut resmi dioperasionalkan.
Rangkaian pemeriksaan lapangan yang berlangsung sejak Jumat hingga Senin (28/9/2026) ini melibatkan enam tim gabungan, di mana setiap tim beranggotakan tujuh hingga delapan personel. Salah satu titik peninjauan menyasar Gerai KDMP Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni.

Perwakilan Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Mohammad Taufan Zulmi, menjelaskan bahwa fokus utama verval adalah memetakan kelayakan sarana prasarana gerai. Seluruh data hasil peninjauan dicatat untuk selanjutnya diunggah ke dalam sistem Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes) Kementerian Koperasi.
“Tugas kami memverifikasi kondisi bangunan beserta kelengkapan fasilitas di dalamnya. Seluruh temuan lapangan diinput ke sistem Simkopdes, sehingga status kelayakan final akan ditentukan oleh kementerian pusat,” ujar Taufan usai meninjau Gerai KDMP Karangdowo.
Mengenai jadwal pengisian komoditas dan logistik pendukung operasional, Pemkab Pekalongan masih menunggu regulasi dan arahan teknis dari pemerintah pusat serta PT Agro Industri Nasional (Agrinas). Kendati demikian, hadirnya KDMP diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi warga berbasis perdesaan.
Pada kesempatan yang sama, Manajer KDMP Karangdowo, Fatih Rizqon Zalna, menyambut positif peninjauan tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi fisik gerai dan kelengkapan awal hibah dari instansi pembina dinyatakan dalam kondisi baik.
Guna mendukung kelancaran operasional pasca-verval, pengurus KDMP Karangdowo telah membangun sinergi lintas unsur desa, mulai dari Pemerintah Desa hingga bintara pembina desa (Babinsa) setempat. Pihaknya berharap jaringan koperasi ini dapat segera dibuka tanpa kendala teknis sehingga langsung memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa.
