Infokota.online
Aceh Barat Daya — Program bimbingan belajar (bimbel) yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya dari Kelompok Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kuala Batee Timur sukses menarik minat pelajar di Gampong Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee. Sejak pertama kali dibuka, puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa di bidang pendidikan yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kehadiran bimbingan belajar tersebut dinilai mampu menjawab keterbatasan akses belajar tambahan bagi siswa di luar jam sekolah, khususnya di wilayah pedesaan.
Beragam materi pembelajaran disajikan dalam program ini, mulai dari pendampingan tugas sekolah, penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) bagi siswa sekolah dasar, hingga pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
Metode pembelajaran yang digunakan dirancang santai namun tetap efektif, dengan pendekatan interaktif seperti permainan edukatif dan kuis guna menghindari kejenuhan siswa.
Salah satu mahasiswi KKNT PCM Kuala Batee Timur, Nazla, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil inisiatif mahasiswa setelah melihat tingginya semangat belajar anak-anak yang belum diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai.
“Kami melihat anak-anak di sini memiliki semangat belajar yang tinggi, tetapi akses terhadap bimbingan belajar masih terbatas. Kehadiran kami diharapkan dapat membantu mereka agar tetap mendapatkan pendampingan belajar dan tidak tertinggal,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang konsisten dalam setiap sesi. Bahkan, program ini juga mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah seorang pemuda Alue Padee, Maulia Rahman, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak nyata terhadap motivasi belajar anak-anak.
“Saya melihat anak-anak jadi lebih semangat belajar. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bersama dan terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di desa,” ungkapnya.
Selain menitikberatkan pada aspek akademik, mahasiswa juga menyisipkan pendidikan karakter dan motivasi belajar dalam setiap pertemuan. Hal ini bertujuan membentuk sikap disiplin, rasa percaya diri, serta semangat belajar jangka panjang pada para peserta.
Program bimbel yang dikenal dengan nama “Sang Surya Akademik” ini terbuka bagi siswa tingkat TK hingga SD/MI dan tidak dipungut biaya. Materi yang diajarkan meliputi pelajaran dasar seperti Bahasa Inggris dan calistung. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, dan Rabu, menyesuaikan dengan agenda utama mahasiswa selama masa pengabdian.
Mahasiswa KKNT berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu menjadi pemicu semangat belajar yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Dengan dukungan warga, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat desa.
(Lia)
