Berdayakan Petani Desa Watugajah, Duta Petani Milenial Edukasi Penanganan Virus Tungro Menggunakan Bakteri Asam Laktat
KESESI, PEKALONGAN– Melanjutkan rangkaian aksi nyata di lapangan, Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan menggelar forum edukasi malam bersama para petani di Balai Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Senin (8/6) malam.P
rogram yang dipimpin langsung oleh Handono Warih selaku Humas Duta Petani Milenial sekaligus mahasiswa Teknologi Pangan ini, berfokus pada pembahasan krusial yang kerap menjadi momok para petani, yakni stabilitas pH tanah serta ancaman penyakit tanaman padi yang disebabkan oleh mikroorganisme parasit.
Ancaman Parasit Mikroskopis dan Kasus Virus Tungro
Di hadapan para petani, Handono Warih memaparkan bagaimana organisme mikroskopis seperti virus, jamur, dan bakteri dapat bekerja secara senyap namun mendatangkan kerugian finansial yang masif. Salah satu contoh utama yang diangkat adalah fenomena Virus Tungro pada tanaman padi yang ditularkan melalui vektor hama wereng hijau.
“Serangan virus tungro ini berdampak sangat fatal karena menyebabkan tanaman padi tumbuh kerdil, daun berubah warna menjadi kuning-oranye, hingga kegagalan pembentukan malai padi secara total. Jika tidak dimitigasi sejak pengelolaan pH tanah, dampak ekonominya langsung dirasakan oleh petani kita,” jelas Handono.
Kasus-kasus penurunan produktivitas akibat serangan mikroba ini juga selaras dengan beberapa temuan lapangan yang baru-baru ini ia laporkan di berbagai titik wilayah Kabupaten Pekalongan.
Solusi Inovatif: Bakteri Asam Laktat (BAL)
Sebagai solusi preventif dan kuratif yang ramah lingkungan serta ekonomis, Handono memperkenalkan pemanfaatan Bakteri Asam Laktat (BAL) untuk mengatasi gangguan hama mikro tersebut. Penerapan bakteri menguntungkan ini berfungsi memperkuat imunitas alami tanaman, menekan pertumbuhan jamur patogen, serta membantu menyeimbangkan ekosistem tanah pratanam agar tingkat keasaman (pH) tetap ideal.
Sambutan Hangat Tokoh Masyarakat
Langkah edukatif berbasis sains terapan ini mendapat apresiasi tinggi dari perangkat dan pemuka adat setempat. Kuwat, selaku Lebeh (tokoh adat/keagamaan) Desa Watugajah, menyatakan rasa syukur dan senangnya atas kehadiran perwakilan Petani Milenial di desa mereka.
“Kami sangat senang dan menyambut baik kolaborasi dengan Duta Petani Milenial ini. Mas Handono bersedia membagikan ilmu yang sangat berharga ini langsung kepada masyarakat bawah. Ini jelas meningkatkan pemahaman teknis para petani kami yang selama ini mungkin hanya bertani secara konvensional tanpa tahu cara mendeteksi serangan penyakit mikroskopis sejak dini,” ungkap Kuwat.
Melalui forum edukasi malam yang interaktif ini, masyarakat Desa Watugajah berharap dapat langsung mengaplikasikan formula Bakteri Asam Laktat pada lahan mereka guna mengantisipasi potensi gagal panen dan mendongkrak ketahanan pangan lokal di Kecamatan Kesesi.
Fatih
