Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Taman Baca Masyarakat (TBM) Dimurti menggelar kegiatan mendongeng yang diikuti sekitar 100 anak usia 5-6 tahun dari 10 taman bermain di Kota Pekalongan, Kamis (23/7).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dianarpus) Kota Pekalongan sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan memperkuat budaya literasi sejak usia dini.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laili Sukmawati, S.Pd., M.Hum., yang hadir sebagai perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Dalam sesi wawancara, Dwi menjelaskan bahwa literasi merupakan salah satu program utama Balai Bahasa yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunitas literasi.
“Yang pertama berkaitan dengan kedaulatan bahasa negara, yang kedua berkaitan dengan pelindungan bahasa dan sastra daerah, yang ketiga internasionalisasi bahasa Indonesia, dan yang keempat adalah literasi. Literasi ini tidak hanya terbatas pada baca tulis, tetapi terdiri atas beberapa program, salah satunya adalah komunitas literasi,” jelasnya.
TBM Dimurti sendiri telah berdiri sejak 20 April 1985 dan hingga kini terus berkomitmen meningkatkan minat baca masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi. Ketua TBM Dimurti, Sri Widiarti, mengatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan mendongeng ini merupakan salah satu bentuk komitmen komunitas dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya pada momentum Hari Anak Nasional.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya literasi.”Saya mengharapkan masyarakat, khususnya masyarakat Pekalongan, semakin melek literasi. Sehingga kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi dapat terus berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan mendongeng yang dikemas secara interaktif, TBM Dimurti berharap anak-anak dapat mengenal dunia buku dan cerita sejak dini. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun karakter, imajinasi, serta kecintaan anak terhadap budaya membaca di era digital.
mus
