KAJEN – Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat, khususnya di tengah tantangan musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan perawatan rutin saluran jaringan distribusi pada hari Rabu, 2 September 2026. Fokus penanganan kali ini difokuskan di wilayah Tambor, Kecamatan Kajen.
Kegiatan rutin ini meliputi pemeliharaan, pengetesan, dan mitigasi kebocoran pada pipa-pipa distribusi utama di kawasan tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi sangat krusial mengingat data survei dan kajian tim teknis PDAM menunjukkan adanya indikasi suplai air yang kurang optimal di beberapa titik wilayah Tambor, padahal secara perhitungan debit dan kapasitas jaringan, aliran air seharusnya lebih deras dan lancar.
Pentingnya Mitigasi Jaringan
Ary Widiyanto, petugas PDAM Tirta Kajen yang ditemui di lokasi kegiatan, menjelaskan detail permasalahan dan tujuan dilaksanakannya perawatan rutin ini. “Perhitungan teknis kami, dari segi debit sampai dengan pertimbangan jaringan yang terlewati, menunjukkan performa distribusi yang seharusnya lebih baik dari kondisi saat ini. Oleh karena itu, kekhawatiran kami ada penyumbatan-penyumbatan atau kemungkinan kebocoran di bawah lapisan cor jalan, sehingga tidak tampak secara kasat mata dan tidak dapat diprediksi sebelumnya,” terang Ary.
“Makanya ini kami lakukan pengetesan pipa. Kami berharap hasil dari kegiatan mitigasi dan perbaikan ini akan mengidentifikasi sekaligus mengatasi titik-titik sumbatan atau kebocoran tersembunyi, sehingga suplai air kepada pelanggan di wilayah Tambor menjadi lebih maksimal dan stabil,” tambahnya lagi.
Kondisi Kemarau dan Pasokan Air
Menghadapi musim kemarau, Ary memaparkan kondisi di lapangan. Menurut pantauan PDAM, curah hujan yang minim sepanjang bulan Juli hingga Agustus telah menyebabkan penurunan yang cukup signifikan pada ketersediaan air baku di sumber-sumber mata air. Penurunan debit air ini bahkan dirasakan lebih ekstrim dibandingkan tahun 2023 silam, yang juga mengalami periode kekeringan yang cukup panjang.
Meski demikian, Ary memberikan jaminan bahwa ketersediaan air baku secara umum masih dalam kategori aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di wilayah Kajen. “Secara umum, pasokan air untuk wilayah Kabupaten Pekalongan insya Allah masih bisa kami layani dengan baik. Kualitas airnya pun, baik dari sumber mata air maupun air permukaan di beberapa titik distribusi, dipastikan masih aman untuk dikonsumsi pelanggan,” jelas Ary sembari menyampaikan harapan agar hujan segera turun di bulan September ini untuk membantu pemulihan debit air di sumber-sumber utama.
Minimalkan Gangguan pada Masyarakat
Perawatan rutin pada saluran pipa memang memiliki potensi untuk menyebabkan gangguan sementara pada aliran air. Namun, PDAM Tirta Kajen memastikan bahwa proses perbaikan ini akan dilaksanakan dengan memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan masyarakat, khususnya selama masa pengerjaan mitigasi di lapangan.
Untuk meminimalisir dampak tersebut, pengetesan pipa dan penutupan aliran (jika diperlukan) akan dilakukan di luar jam-jam puncak konsumsi air, seperti di sore hari saat masyarakat sibuk dengan aktivitas mandi atau keperluan rumah tangga lainnya. “Prediksi kami, jika pun ada penutupan sementara, durasinya hanya sekitar 30 menit. Kami jadwalkan di waktu-waktu yang paling minimal gangguannya bagi aktivitas pelanggan,” urai Ary.
Himbauan kepada Masyarakat
PDAM Tirta Kajen juga menghimbau partisipasi aktif masyarakat selama masa kemarau ini dan demi menjaga kelancaran suplai air secara keseluruhan:
* Efisiensi Penggunaan Air: Masyarakat diajak untuk menggunakan air secara hemat, efektif, dan efisien untuk keperluan sehari-hari.
* Menampung Air di Tandon: Menampung air pada bak penyimpanan (tandon) di rumah-rumah sangat disarankan sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan teknis atau penutupan sementara aliran air dalam rangka perbaikan.
* Melaporkan Indikasi Kebocoran: PDAM sangat mengharapkan peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebocoran pipa di lingkungan sekitar mereka, seperti adanya genangan air yang tidak biasa atau tanda-tanda kerusakan lainnya, agar tim teknis dapat segera menindaklanjuti untuk perbaikan.
Dengan langkah-langkah proaktif dari PDAM Tirta Kajen dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan suplai air bersih di wilayah Kajen, khususnya wilayah Tambor, dapat berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.*** (drc)***
