Dua minggu pasca bencana banjir melanda wilayah Pekalongan, kondisi di sejumlah titik terdampak masih belum sepenuhnya pulih. Ribuan warga dilaporkan masih bertahan di pengungsian, sementara dapur umum terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pangan para penyintas.
Merespons kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekalongan) kembali menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen kemanusiaan yang berkelanjutan. Penyaluran bantuan kali ini dilakukan melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, guna memastikan bantuan tersalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran.
Berbeda dari distribusi sebelumnya, bantuan kali ini difokuskan untuk menunjang operasional dapur umum, berupa kebutuhan pokok seperti tempe, tahu, dan sayur-sayuran. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu penyediaan makanan bergizi bagi para pengungsi yang hingga kini masih bergantung pada dapur umum.
Kader HMI Cabang Pekalongan terlibat langsung dalam proses pendistribusian. Langkah ini menjadi bentuk sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana, khususnya pada fase pascabanjir yang masih membutuhkan perhatian serius.
Ketua Umum HMI Cabang Pekalongan menyampaikan bahwa meskipun bencana telah berlalu dua pekan, kebutuhan masyarakat terdampak masih sangat nyata. Oleh karena itu, HMI memilih untuk tetap hadir dan berkontribusi sesuai kemampuan.
“Melalui koordinasi dengan Dinsos dan BPBD, kami berharap bantuan ini dapat membantu menjaga keberlangsungan dapur umum yang menjadi tumpuan warga pengungsi. Semoga setiap lelah yang kami jalani menjadi lillah dan bernilai kemanfaatan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, HMI Cabang Pekalongan kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir, bersinergi, dan mengambil peran aktif dalam setiap persoalan kemanusiaan, hingga masyarakat Pekalongan benar-benar pulih dari dampak bencana banjir.
