Infokota.online
Makassar — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau seluruh kepala daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas dan laju perekonomian daerah di tengah kebijakan penyesuaian Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh menjadi alasan utama melambatnya pembangunan. Pasalnya, belanja pemerintah (government spending) hanyalah salah satu instrumen penyokong dalam struktur pertumbuhan ekonomi.
“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti mendorong pertumbuhan. Government spending atau kegiatan administrasi pemerintah itu hanya salah satu komponen saja,” ujar Bima saat memberikan arahan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9).
Bima mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk tidak bergantung penuh pada dana transfer pusat, melainkan memperkuat ekosistem investasi dan hilirisasi sektor unggulan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Sebagai contoh konkret, ia menyoroti keberhasilan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Sulawesi Selatan. Meski dihadapkan pada efisiensi anggaran dan penyesuaian TKD, Sidrap mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah lewat penguatan hilirisasi pangan.
Menurut Bima, kunci utama bagi kepala daerah terletak pada pemahaman menyeluruh terhadap variabel pembentuk pertumbuhan ekonomi sebelum menyusun kebijakan strategis. Sebab, potensi setiap wilayah berbeda dan tidak bisa diseragamkan.
Di sisi lain, Kemendagri mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan yang berhasil menyentuh angka 6,8 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terjaga. Meski demikian, Bima mengingatkan agar laju pertumbuhan tersebut tidak berhenti di level provinsi saja.
Tantangan utama pemda saat ini adalah memastikan pemerataan dampak ekonomi hingga ke tingkat kabupaten/kota, yang berujung pada peningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembukaan lapangan kerja, serta penurunan angka kemiskinan.
(uwa/is)
