infokota.online
Jakarta — Juru masak profesional Arnold Poernomo melayangkan kritik tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mantan juri MasterChef Indonesia itu merespons pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung dalam sebuah acara televisi yang menilai para pengkritik program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut hanya didorong rasa sakit hati.
Melalui unggahan di akun X pribadinya @arnoldpo pada Rabu (21/10), pria yang akrab disapa Chef Arnold ini meminta Rocky untuk tidak asal membela sebelum melihat kondisi riil di lapangan.
“Paling nggak saya ngomong apa adanya, langsung nggak perlu glazing membangga-banggakan hal yang secara realita salah. Piring saya penuh jadi saya nggak butuh asupan menjadi buzzer. Jadi Pak Rocky, stop glazing over it kalo belum keliling dan paham lapangan,” tulis Arnold di akun X miliknya.
Pria berusia 38 tahun tersebut menegaskan bahwa pada prinsipnya ia mendukung penuh visi besar program MBG. Namun, ia menolak keras skema eksekusi dan pelaksanaan operasional di lapangan yang dinilainya sudah keliru sejak awal bergulir.
Kritik tersebut, lanjut Arnold, murni berbasis fakta lapangan dan bukan karena dirinya menjadi buzzer pihak tertentu. Ia mengaku telah menyerahkan rangkuman evaluasi serta analisis teknis secara sukarela kepada Badan Gizi Nasional (BGN) tanpa memungut imbalan sepeser pun.
Berdasarkan analisisnya, pembenahan program MBG agar berjalan ideal membutuhkan waktu minimal tiga tahun lantaran dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal dan teknis operasional.
“Pak Rocky, untuk benerin MBG sampe bener-bener proper dengan keadaan sekarang itu kurang lebih 3thn paling cepet. Dengan adanya El Nino, inflasi, ketahanan pangan yang lemah dan skema yang salah dan berantaan dari awal belum lagi SDM tata Kelola. Semua masukan sudah saya berikan ke MBG. Maafkan saya yang idiot, dungu, bajing4n ini,” kataku Arnold membeberkan kalkulasinya.
Lebih lanjut, ayah satu anak ini mengungkapkan salah satu langkah pembenahan ekstrem yang harus diambil adalah menutup sekitar 70 persen dapur MBG yang saat ini beroperasi karena dinilai dibangun secara terburu-buru dan melibatkan pihak ketiga yang bermasalah.
“Saya ada kok summary apa saja kira-kira yang perlu dilakukan dan antisipasi. Tapi nggak akan berani karena salah satunya harus tutup 70% dapur yang ada untuk bebenah. Kenapa nggak bisa ditutup? karena dimulai dengan skema yang ngawur dan sudah banyak pihak ke-3 yang ikut nanti banyak yang rugi,” beber Arnold.
Arnold menuding sebagian besar pengelola dapur MBG saat ini hanya berorientasi pada bisnis semata. Banyak pihak ketiga yang sekadar mengejar keuntungan cepat tanpa memedulikan kualitas serta standar gizi makanan yang disajikan kepada masyarakat.
Meski tak menampik masih ada beberapa unit dapur yang tetap beroperasi secara profesional, ia berharap pemerintah berani mengambil langkah tegas agar tujuan mulia dari program ini tidak ternodai oleh ulah oknum nakal.
(csw)
