Dinas Kepemudaan Pekalongan Luncurkan Pelatihan Konten dan Program Kecamatan Tirto Berdaya
PEKALONGAN, 17 Juni 2026 – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan menggelar pelatihan pembuatan konten sekaligus memperkenalkan serta menjalankan program prioritas Gubernur Jawa Tengah bertajuk Kecamatan Tirto Berdaya dengan semboyan Ngopeni, Nglakoni. Program ini bertujuan mendekatkan layanan perlindungan dan pemberdayaan langsung ke tingkat kecamatan.
Kepala Bidang Kepemudaan, Ari Lanang, menjelaskan pelatihan pembuatan konten lebih mengutamakan keahlian daripada peralatan semata. “Bukan alat yang menentukan hasil, melainkan kemampuan menentukan sudut pandang dan cara pengambilan gambar,” ujarnya. Pelatihan dipandu Nusa Teguh; peserta wajib berlatih dan mengunggah hasil karya, dengan hadiah uang tunai bagi konten terbaik
Sementara itu, Camat Tirto, Siswanto, menegaskan Kecamatan Tirto menjadi titik pusat kegiatan provinsi dan kabupaten agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Program ini berlandaskan empat pilar utama:
– Perlindungan Perempuan dan Anak: Melalui Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak atau RPPA/PPA. Di Kecamatan Tirto baru mulai dirintis karena kendala ruang dan tenaga ahli; saat ini dapat dihubungi melalui Penyuluh Koordinator Penyuluh KB, Risna, atau staf terkait. Pada Mei 2025 telah dilaksanakan sosialisasi secara langsung.
– Pemberdayaan Lansia dan Penyandang Disabilitas: Dikoordinasikan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, menggabungkan berbagai layanan sosial yang sudah berjalan untuk lebih terpadu.
– Kartu Zilenial: Membuka lapangan kerja melalui pendataan, pelatihan, pendampingan serta pencocokan pencari kerja dan lowongan. Bisa diakses pemuda usia 16–30 tahun di seluruh Jawa Tengah.
– Pusat Olahraga: Mengembangkan kegiatan olahraga serta memanfaatkan ruang terbuka untuk menjaga kebugaran masyarakat.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 400.10.2/0004464 Tahun 2025, rencana perluasan mencakup 140 kecamatan hingga Juli 2025, lalu meluas ke seluruh 576 kecamatan di Jawa Tengah pada akhir tahun yang sama. Di Kabupaten Pekalongan, seluruh 19 kecamatan terlibat; tahap uji coba berlangsung di Sragi, Talun, Kedungwuni, dan Tirto, dengan seluruh pelatihan disediakan secara cuma‑cuma.
Pemerintah daerah juga memperkenalkan Kartu Zilenial Jawa Tengah, yang memberikan akses pelatihan, bantuan permodalan, serta sertifikat resmi provinsi. Syarat umum usia 16–30 tahun, namun di wilayah ini diperluas untuk pelatihan konten hingga 35 tahun. Jenis kartu lain tersedia dengan biaya Rp30.000; tautan pendaftaran akan disampaikan kemudian.
Selain pelatihan konten, disediakan pula bimbingan cara berjualan dan menjadi penilai. Ari Lanang menyebutkan terdapat enam tempat usaha di Kabupaten Pekalongan yang saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil.
“Sebarkan ilmu yang didapatkan kepada sesama. Sebaik‑baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pesan Ari. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada 17 hingga 18 Juni 2026 di pendopo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.
Dev
