Infokota.online
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan meski pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran akibat dampak konflik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah. Ia menegaskan program tersebut merupakan prioritas strategis yang tidak akan dihentikan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan pada Minggu (22/3/2026). Ia menilai, penghematan anggaran dapat dilakukan di sektor lain tanpa harus mengorbankan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Prabowo, MBG merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengatasi persoalan gizi dan stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Ia mengaku kerap menemukan kondisi anak-anak dengan pertumbuhan tidak sesuai usia saat melakukan kunjungan ke desa-desa.
“Saya lebih memilih memastikan rakyat bisa makan daripada anggaran disalahgunakan. Saya melihat langsung anak usia 11 tahun, tapi tubuhnya seperti anak 4 tahun,” ujarnya.
Prabowo juga menyatakan keyakinannya bahwa anggaran negara masih cukup untuk membiayai program tersebut. Bahkan, ia menegaskan siap mempertaruhkan kepemimpinannya untuk membuktikan keberhasilan kebijakan tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Ia menolak anggapan bahwa krisis global harus berdampak pada penghentian program sosial. Sebaliknya, pemerintah akan mencari alternatif efisiensi lain yang lebih tepat sasaran.
“Jangan setiap ada krisis lalu program strategis dihentikan. Masih banyak cara lain untuk melakukan penghematan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa program makan bergizi gratis bukan hal baru di dunia. Ia menyebut lebih dari 100 negara telah lebih dulu menerapkan program serupa, dan Indonesia menjadi salah satu yang mengadopsinya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

Program ini juga mendapat perhatian dari lembaga internasional seperti Rockefeller Institute dan World Food Programme. Berdasarkan kajian mereka, investasi dalam program makan bergizi dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Prabowo menyebut setiap satu dolar yang diinvestasikan dalam program tersebut dapat menghasilkan manfaat hingga tujuh kali lipat dalam jangka pendek, dan bahkan mencapai 35 kali lipat dalam jangka panjang.
“Ini adalah investasi terbaik untuk pembangunan human capital kita,” katanya.
Meski demikian, Prabowo mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam implementasi program di lapangan. Pemerintah, kata dia, telah mengambil tindakan tegas dengan menutup lebih dari seribu titik layanan yang tidak memenuhi standar operasional.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pola konsumsi yang sehat dan higienis, termasuk kebiasaan mencuci tangan sebelum makan.
Di sisi lain, Prabowo menekankan bahwa program MBG sangat dibutuhkan terutama di daerah-daerah luar Pulau Jawa yang masih menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi. Ia menilai ketimpangan ekonomi yang terjadi selama ini membuat sebagian masyarakat belum merasakan manfaat pertumbuhan ekonomi secara merata.
“Sebagian kecil mungkin sudah menikmati, tapi mayoritas rakyat kita masih hidup dalam keterbatasan. Program ini sangat berarti bagi mereka,” imbuhnya.
(csw)
