Jakarta, 12 Maret 2026 – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menandatangani kesepakatan bersama di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi riset dan inovasi antarpemerintah, lembaga riset, dan perguruan tinggi untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan serta hilirisasi komoditas pertanian nasional.
Mentan Amran menegaskan bahwa pertanian tidak dapat maju tanpa inovasi. Banyak penelitian berkualitas di perguruan tinggi sering kali hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah dan tidak terjemahkan menjadi kebijakan atau dimanfaatkan oleh industri.
Melalui kolaborasi ini, ia berharap hasil riset dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi dasar kebijakan strategis di sektor pertanian.
Senada, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyebutkan bahwa lebih dari 90% bahkan hampir 99% hasil penelitian akademik belum berhasil menembus pasar komersial karena kurangnya keterkaitan dengan pemerintah dan industri.
Oleh karena itu, pihaknya akan mengonsolidasikan perguruan tinggi di Indonesia untuk fokus pada riset komoditas strategis guna mendukung kemandirian pangan, sehingga inovasi dapat benar-benar dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah.
BRIN Perhatian Khusus Pada Pertanian
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan sektor pertanian adalah fondasi bangsa yang memerlukan dukungan riset dan teknologi kuat.
BRIN telah menyiapkan peta jalan riset pangan nasional agar pengembangan inovasi berjalan selaras dan tidak tumpang tindih. Hingga saat ini, BRIN telah menghasilkan 188 paten bidang pangan dan berbagai produk inovasi yang siap dimanfaatkan industri.
Arif menekankan komitmen BRIN untuk "goes to industry" guna memastikan hasil riset dirasakan langsung oleh masyarakat dan mendukung percepatan hilirisasi. Kesepakatan ini mencakup koordinasi program riset pada komoditas strategis (seperti padi, jagung, kedelai, sawit, kopi, dan lain-lain), alat mesin pertanian, pupuk, hingga pengolahan pascapanen.
Kerja sama juga meliputi penelitian, pengembangan teknologi, pemanfaatan bersama sarana prasarana, peningkatan kapasitas SDM, pertukaran data, dan pemanfaatan hasil riset.
Melibatkan sedikitnya 18 perguruan tinggi, pemerintah berharap sinergi ini mempercepat pengembangan inovasi pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.
Drc
