Infokota.online
Batang, Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang menyalurkan sedikitnya 1.750 nasi bungkus untuk memenuhi kebutuhan makan pagi warga yang mengungsi akibat banjir yang merendam sejumlah wilayah, Selasa (20/1/2026) malam. Bantuan tersebut merupakan instruksi langsung Wakil Bupati Batang, Suyono, sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat pascabanjir.
Distribusi bantuan difokuskan ke tiga wilayah yang dilaporkan mengalami dampak terparah, yakni Kelurahan Karangasem Utara, Desa Klidang Lor, dan Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem. Proses pendistribusian dilakukan sejak Rabu (21/1/2026) pagi oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Batang bersama Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.
Kepala Bidang Kegawatdaruratan BPBD Batang, Muhammad Fejeri, mengatakan pihaknya telah menyiapkan ratusan paket nasi bungkus untuk segera disalurkan kepada warga terdampak di lokasi pengungsian.
“Alhamdulillah pagi ini kami siap mendistribusikan nasi bungkus dari Pak Wakil Bupati dan juga bantuan dari PMI. Untuk tahap awal, 750 bungkus kami salurkan ke Karangasem Utara dan 500 bungkus ke Klidang Lor,” ujar Fejeri saat ditemui di Kantor BPBD Batang.
Selain dari Pemkab Batang, bantuan juga datang dari PMI Batang yang mengerahkan relawan untuk mempercepat proses distribusi ke titik-titik pengungsian. Wakil Ketua Bidang SDM dan Relawan PMI Batang, Sri Mulyatno, menyebut pihaknya telah menyiapkan 1.050 nasi bungkus yang dibagikan ke tiga wilayah terdampak.
“Sebanyak 500 bungkus pertama kami kirim ke Karangasem Utara, kemudian 500 bungkus berikutnya ke Klidang Lor, dan 50 bungkus lainnya untuk pengungsi di Cepagan, Warungasem,” jelasnya.
Menurut Sri Mulyatno, banjir yang terjadi pada Selasa malam menyebabkan ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan siap saji menjadi prioritas utama dalam penanganan awal bencana.
Saat ini, PMI Batang masih memfokuskan kegiatan pada bantuan logistik makanan untuk konsumsi pagi hari, sambil menunggu arahan lanjutan dari BPBD terkait kebutuhan pengungsi lainnya, seperti air bersih, selimut, dan layanan kesehatan.
BPBD Batang juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan, termasuk ketinggian air dan kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah hulu masih tergolong tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir agar tetap waspada dan segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi peningkatan debit air sungai. Upaya koordinasi lintas instansi, relawan, dan pemerintah desa akan terus diperkuat guna memastikan seluruh korban banjir mendapatkan bantuan secara merata dan tepat sasaran.
(war)
