infokota.online
Jakarta — Perum Bulog mendorong optimalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat keberlanjutan ekosistem pangan nasional sekaligus menggerakkan roda perekonomian dari tingkat desa menuju kota.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa keberadaan KDKMP diharapkan mampu mengubah paradigma pertumbuhan ekonomi nasional agar tidak lagi berpusat di kawasan perkotaan.
“Harapannya dari kami, ini tetap berjalan dengan baik sehingga nanti kehidupan tumbuh, ekonomi itu bukan dari kota ke desa, tapi dari desa ke kota,” ujar Rizal dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Rizal menjelaskan, salah satu faktor kunci yang mendukung stabilisasi ekonomi dan ekosistem pangan saat ini adalah kepastian kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen minimal Rp6.500 per kilogram.
“Ya, yang pertama yang membuat kita berhasil, keberpihakan pemerintah kepada pertanian khususnya, yang mana memberikan kepastian kebijakan memberikan harga pembelian gabah petani 6.500 tersebut,” kata Rizal.
Ia menegaskan, skema tersebut memberikan jaminan penuh bagi para petani di seluruh pelosok Tanah Air.
“Sehingga tidak ada lagi harga-harga di pasaran, di seluruh sawah seluruh Indonesia ini, yang harganya dijual di bawah 6.500. Jadi semuanya minimal 6.500, dan itu dibeli oleh BULOG,” tegasnya.
Ke depan, keberlanjutan kebijakan ini akan diperkuat melalui KDKMP. Berbagai produk komoditas Bulog, pupuk, hingga barang-barang subsidi pemerintah akan disalurkan melalui koperasi tersebut untuk memberikan nilai tambah pada skala ritel di desa.
“Untuk keberlanjutannya, dengan kebijakan tersebut otomatis ekonomi akan hidup, mulai dari desa, apalagi sekarang mau ada namanya dibangun Koperasi Desa Merah Putih. Jadi produk-produknya BULOG itu nanti banyak yang ada di Kopdes,” tutur Rizal.
Selain sebagai rantai distribusi pangan, KDKMP juga memegang peran strategis dalam mekanisme penyerapan hasil panen. Ke depan, Bulog tidak lagi mengambil hasil panen secara langsung dari tiap petani, melainkan melalui perantara koperasi desa tersebut.
“Nah nanti dengan adanya KDKMP, dibantu teman-teman KDKMP menyerap hasil panennya petani, nanti kami nyerapnya di KDKMP,” jelas Rizal.
Melalui integrasi distribusi dan penyerapan ini, perputaran transaksi keuangan di tingkat desa diharapkan dapat meningkat pesat dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
“Jadi itu ekonomi akan hidup, berputar terus sehingga akan menumbuhkan perekonomian nasional,” tutup Rizal.
(WM/csw)
