Infokota.online
Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan program bantuan benih jagung gratis untuk pengembangan lahan seluas 20.000 hektare hingga Desember 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi atas melonjaknya harga pakan yang membebani para peternak ayam petelur di berbagai daerah.
Keputusan tersebut disepakati dalam pertemuan antara Mentan Amran dan sejumlah asosiasi peternak ayam petelur di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026). Pertemuan ini merupakan respons cepat pemerintah setelah aksi unjuk rasa ratusan peternak di depan Gedung DPR RI, Rabu (7/10/2026), yang mengeluhkan minimnya margin keuntungan akibat tingginya harga pakan di tengah rendahnya harga jual telur.
Skema bantuan benih gratis ini dirancang untuk membangun kemitraan langsung antara peternak ayam petelur dan petani jagung guna memotong rantai pasok. Selain pembenihan, Kementerian Pertanian juga mendorong penyerapan produksi telur nasional melalui integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat ekosistem peternakan dari hulu ke hilir.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan peternak mengeluhkan makin sulitnya mengakses pasokan pakan murah dari petani lokal dalam beberapa tahun terakhir.
“Mohon maaf, setahun dua tahun ini enggak ada lagi jagung murah,” kata salah satu perwakilan peternak asal Lampung.
Peternak tersebut menjelaskan bahwa para petani di Lampung lebih memilih menjual hasil panennya ke pabrik pakan atau lembaga seperti Bulog yang berani membeli dengan harga Rp6.400 per kilogram, sehingga peternak kesulitan mendapatkan pasokan langsung.
Menanggapi keluhan tersebut, Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang adil dan berpihak kepada petani maupun peternak.
“Rapat hari ini adalah kita menghasilkan beberapa kebijakan dan insyaallah menjadi solusi permanen. Arahan Bapak Presiden, dengarkan suara rakyat, dengarkan suara peternak dan petani Indonesia. Buat regulasi yang menguntungkan, yang berpihak pada mereka,” tegas Amran.
Langkah ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan baku pakan berharga wajar sekaligus menjaga stabilitas usaha peternakan nasional dalam jangka panjang.
(csw)
