Infokota.online
Pekalongan — Pemerintah Kabupaten Pekalongan resmi melantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan pada Senin (28/9/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menginstruksikan para pejabat baru ini untuk segera tancap gas dan berintegrasi dalam mengawal penyusunan rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.
Sukirman menekankan bahwa koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) harus langsung berjalan tanpa masa transisi yang berbelit. Mengingat tenggat waktu evaluasi anggaran yang kian dekat di akhir tahun, sinkronisasi lintas sektor menjadi prioritas utama.
“Kita mendorong daya juang dan efektivitas kerja dalam merealisasikan program-program daerah. Seluruh bidang saling berkaitan, sehingga tidak bisa bekerja secara terisolasi. Ini adalah gerak bersama untuk persiapan APBD 2027,” kata Sukirman usai memimpin pengambilan sumpah jabatan.
Pemerintah Daerah tidak menetapkan target khusus 100 hari kerja bagi para pejabat yang baru dilantik. Menurut Sukirman, arah dan perencanaan program di setiap instansi sudah tersusun secara sistematis di bawah koordinasi Sekretaris Daerah. Evaluasi kinerja akan dilaksanakan pada Desember mendatang, sehingga seluruh program disyaratkan dapat langsung berjalan penuh pada Januari 2027.
Beberapa sektor strategis yang mendapat sorotan utama dalam konsolidasi ini meliputi bidang kesehatan, olahraga, pemberdayaan UMKM, kesatuan bangsa dan politik, pemberdayaan masyarakat, serta kearsipan dan perpustakaan.
Menanggapi latar belakang almamater para pejabat terlantik—termasuk porsi lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)—Sukirman menegaskan bahwa seluruh proses penetapan posisi didasarkan pada hasil seleksi kompetensi objektif.
“Penetapan ini murni hasil tahapan seleksi dan penilaian rekam jejak kinerja di lapangan. Kita tidak membedakan latar belakang almamater, baik IPDN maupun non-IPDN,” tegasnya.
Terkait penggunaan pakaian dinas upacara saat pelantikan, Sukirman mengingatkan bahwa atribut resmi tersebut bukan sekadar simbol estetika kepemimpinan. Atribut itu membawa amanah moral agar setiap pejabat menunjukkan integritas, tanggung jawab penuh, serta kapabilitas dalam menyelesaikan berbagai dinamika di tengah masyarakat.
10 pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik:
1.Eka Iman Prabawa, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan.
2.Ari Arfianto, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
3.Fuadi Jaman, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik (alumni IPDN).
4.Indria Madyawati, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan.
5.Budi Raharjo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pekalongan (alumni IPDN).
6.Abdul Azis, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pekalongan (alumni IPDN).
7.Argo Yuda Ismoyo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan (alumni IPDN).
8.Farid Abdul Hakim, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan (alumni IPDN).
9.Tuti Haryati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (alumni IPDN).
10.Rian Ardana Putra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
