Dua Tokoh Pekalongan Bertemu: Menyimak Kebijaksanaan Amat Antono dan Sinergi Membangun Daerah
KAJEN, 3 Juli 2026 – Suasana hangat dan sarat makna mewarnai jalannya diskusi dalam sebuah forum yang digelar di Kajen, Kabupaten Pekalongan pada Jumat, 3 Juli 2026. Pertemuan ini mempertemukan dua sosok penting dalam konstelasi kepemimpinan daerah: Amat Antono, mantan Bupati Pekalongan yang telah sukses memimpin selama dua periode, dan Plt. Bupati Pekalongan saat ini, Sukirman.
Pertemuan lintas generasi kepemimpinan ini bukan sekadar seremonial formal, melainkan ruang tukar gagasan yang hidup dan penuh rasa hormat.

Dalam foto-foto yang diabadikan, tampak Amat Antono yang mengenakan kemeja motif batik gelap, duduk berdampingan dan berbincang akrab dengan Sukirman yang mengenakan kemeja putih bermotif khas.
Keduanya terlihat sangat fokus, saling menyimak, dan menunjukkan kedekatan emosional yang erat demi kemajuan Pekalongan yang “Maju dan Sejahtera, Profesional – Independen”.

Salah satu momen paling menarik dalam diskusi tersebut adalah pembawaan Amat Antono yang tetap tenang, bersahaja, dan penuh kerendahan hati. Meski berstatus sebagai tokoh senior dan sesepuh yang sarat pengalaman menakhodai daerah, ia justru lebih banyak meluangkan waktu untuk mendengarkan pandangan dari mitranya sebelum memberikan tanggapan atau wejangan.
Ketika ditanya mengenai resep di balik sikapnya yang begitu bijaksana, tawadhu, dan lebih memilih banyak mendengar daripada berbicara, Amat Antono memberikan jawaban filosofis yang mendalam mengenai esensi sebuah komunikasi kepemimpinan.”Dialog itu akan bermakna bila kita saling memberi dan saling menerima. Artinya, kita harus mau mendengar pendapat dan gagasan orang lain, sekaligus juga harus mau menyampaikan pendapat dan gagasan kita sendiri secara proporsional,” ungkap Amat Antono dengan nada teduh.

Prinsip saling memberi dan menerima inilah yang membuat jalannya diskusi mengalir secara dua arah. Di satu sisi, Sukirman selaku Plt. Bupati tampak menaruh rasa hormat yang tinggi (tawadhu) kepada sang senior, menyerap setiap poin pengalaman yang disampaikan. Di sisi lain, Amat Antono mencontohkan bahwa menjadi senior tidak berarti menutup telinga, melainkan justru membuka ruang seluas-luasnya untuk mendengar dinamika kekinian yang sedang dihadapi oleh pemerintah daerah saat ini.

Pertemuan ini menjadi oase menyejukkan sekaligus teladan bagi masyarakat dan aparatur di Kabupaten Pekalongan. Bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan hanya bisa dicapai secara optimal apabila ada sinergi yang harmonis, rasa saling menghormati, serta keterbukaan pikiran antara para pemimpin terdahulu dan para pemegang estafet kepemimpinan masa kini.
