Infokota.online
Pekalongan – Menjelang kelulusan, ratusan siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kedungwuni mendapatkan pembekalan penting untuk menghadapi dunia kerja dan pendidikan lanjutan. Forum Silaturahmi Alumni (FOSIL) sekolah tersebut menggelar kegiatan sharing experience bertajuk “Dari SMK ke Dunia Nyata” pada Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis alumni dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan realitas dunia kerja. Para siswa dibekali berbagai wawasan mulai dari kesiapan mental, kemampuan teknis, hingga penguatan soft skill yang dinilai krusial dalam persaingan global.

Ketua Umum FOSIL, Ciswanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian alumni terhadap kesiapan generasi penerus. Ia menyebut, pengalaman langsung dari alumni di dunia kerja menjadi nilai tambah yang tidak didapatkan di ruang kelas.
“Hari ini kami berbagi pengalaman nyata agar adik-adik lebih siap menghadapi dunia setelah lulus,” ujarnya.
Menurutnya, selain kemampuan akademik, faktor mental, prestasi, dan soft skill menjadi penentu keberhasilan lulusan dalam membangun karier. Oleh karena itu, siswa diharapkan mampu mempersiapkan diri sejak dini agar dapat bersaing dengan lulusan dari sekolah lain.
Ciswanto juga mengapresiasi keterlibatan seluruh anggota FOSIL dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap solidaritas alumni terus terjaga dan semakin banyak yang berkontribusi aktif dalam pengembangan organisasi.

Salah satu pemateri, Muhammad Subhan, alumni tahun 2001 jurusan Teknik Mesin dan Otomotif, memberikan gambaran nyata terkait kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Ia menekankan pentingnya kesiapan tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga sikap dan karakter.
“Kami berbagi pengalaman agar mereka bisa lebih siap dibandingkan kami dulu. Dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis,” ungkapnya.
Subhan yang kini berkiprah di bidang manajemen rekrutmen juga mengungkap adanya kesenjangan antara dunia sekolah dan dunia kerja. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat efektif untuk mengurangi gap tersebut, terutama dengan menghadirkan pengalaman langsung dari para praktisi.
Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini pun terlihat tinggi. Dukungan penuh dari pihak sekolah turut menjadi faktor keberhasilan acara tersebut.
Kepala SMK Negeri 1 Kedungwuni, Tuti Evawati, menyambut baik inisiatif alumni. Ia menilai kegiatan ini mampu meningkatkan motivasi siswa, khususnya dalam memperkuat soft skill dan attitude yang masih perlu ditingkatkan.
“Ini sangat memotivasi siswa, terutama dalam membangun sikap dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa kehidupan setelah lulus merupakan tahap lanjutan dari proses belajar. Jika di sekolah siswa lebih banyak menerima teori, maka di masyarakat mereka dituntut untuk mengaplikasikannya secara nyata.
“Di masyarakat adalah praktik dari apa yang dipelajari di sekolah. Kami berharap siswa mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi terbaik,” pungkasnya.
(Drc)
