Dugaan Ketidakberesan Koperasi Keuangan di Pekalongan: Nasabah Mengalami Kesulitan Pencairan Dana Tabungan Lebaran
PEKALONGAN, 16 Maret 2026 - Seorang warga Kabupaten Pekalongan mengadu kepada media terkait dugaan ketidakberesan salah satu koperasi keuangan di Pasar Wiradesa. Menurut keterangannya, banyak pedagang di pasar tersebut yang menjadi nasabah koperasi tersebut dan mengalami kesulitan dalam mencairkan dana tabungan yang mereka simpan khusus untuk kebutuhan Lebaran.
Dalam pesannya, warga tersebut menyebutkan bahwa tabungan Lebaran yang ditawarkan koperasi seharusnya cair pada minggu kedua atau ketiga bulan puasa. Namun, hingga saat ini, dana tersebut belum bisa dicairkan.
Salah satu korban adalah ibu dari warga tersebut yang menabung dengan niat untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pelanggan di pasar. "Saya kasihan sekali pada ibu saya. Dia menabung dengan niat yang baik untuk memberikan THR kepada pelanggan, tapi sekarang dananya tidak bisa dicairkan. Padahal hari raya sudah semakin dekat," ungkap warga tersebut dengan rasa khawatir.
Post Full
-

Ribuan Warga Desa Limbangan Meriahkan Tradisi Sedekah Bumi (Legenonan)
Infokota.onlimePekalongan, 3 Mei 2026 -- Suasana meriah dan penuh kebersamaan tampak menyelimuti Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
-

Fakta Pertanian Pekalongan: pH Tanah Cenderung Asam, Rugikan Petani dan Turunkan Hasil Panen
"Pada kondisi tanah dengan tingkat kemasaman tinggi, pertumbuhan tanaman umumnya akan terhambat dan produktivitas menurun drastis" — (Bowo, 2020; Hardjowigeno, 2003)
-

Prabowo: Indonesia Termasuk Negara Paling Aman di Dunia, “Yang Ingin Pergi, Silakan Saja”
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Fasilitas Kilang Gasoline, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
-

Hadapi Pengamen Jalanan yang Masih Berkeliaran, Satpol PP Pekalongan Terapkan Patroli Rutin
"Kami lakukan patroli harian, satu kali di siang dan satu kali di sore atau malam. Tujuannya agar mereka tidak lagi beraktivitas di area-area yang dilarang seperti lampu merah dan menjaga ketertiban umum," jelasnya.
-

Dominasi Dua Raksasa Industri Ayam, Pemerintah Siapkan Hilirisasi Rp70 Triliun untuk Perkuat Peran Peternak Rakyat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan paparan terkait strategi hilirisasi industri ayam terintegrasi untuk memperkuat peran peternak rakyat. Foto (tangkapan layar YouTube @KementanRI)
Warga tersebut juga menambahkan bahwa ia memiliki bukti berupa chat antara ibunya dengan pengurus koperasi. Dalam chat tersebut, pengurus koperasi terus menunda-nunda waktu pencairan dana tanpa memberikan kepastian kapan dana tersebut akan tersedia.
"Saya punya bukti chat ibu saya ke pengurus BMT nya, d undur-undur trus pencairan ny, kasihan min," tulisnya. Selain itu, warga tersebut juga mengungkapkan kekhawatirannya akan adanya nasib serupa yang dialami oleh nasabah lainnya. Ia berharap pihak berwenang dapat segera menyelidiki kasus ini dan memberikan solusi bagi para nasabah yang dirugikan.
"Tolong d selidiki min, BMT ny kabur atau gimana, barangkali ada yg bernasib serupa," tambahnya. Warga tersebut juga menyatakan bahwa ia belum bisa berbicara panjang lebar terkait kasus ini karena takut dituduh melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Namun, ia berharap kasus ini dapat segera teratasi dan keadilan dapat ditegakkan bagi para nasabah. Sebelumnya, di Kabupaten Pekalongan juga pernah terjadi kasus serupa di mana beberapa koperasi keuangan mengalami masalah dalam pencairan dana nasabah.
Salah satunya adalah kasus KSPPS BMT Mitra Umat yang dilaporkan oleh puluhan nasabah karena tidak bisa mencairkan dana tabungan mereka. Kasus tersebut kini sedang ditangani oleh pihak kepolisian.
Dengan adanya kasus ini, diharapkan pihak berwenang dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap koperasi keuangan di wilayahnya agar tidak terjadi lagi hal-hal yang merugikan nasabah. Selain itu, para nasabah juga diharapkan lebih waspada dan teliti dalam memilih koperasi keuangan untuk menyimpan dana mereka.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak koperasi terkait dugaan ketidakberesan ini. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca.
Kutipan Percakapan Chat antara petugas koperasi dan nasabah :
Ibu Pelapor: "Sah, lha nek aq do nabung kui duite do nandi sah, kok angel kui"(Artinya: "Sah, lha kalau aku menabung itu uangnya di mana ya, kok susah ini" - Mengungkapkan kebingungan dan kesulitan dalam mencari tahu status tabungannya)
Petugas Koperasi: "Nang tabung an bu rt 😂"(Artinya: "Di tabungan ibu RT 😂" - Menjawab dengan nada yang dianggap kurang serius oleh pelapor)
Ibu Pelapor: "Lha nek pencairan piye sah aq rx ono buku ne kui"(Artinya: "Lha kalau pencairan bagaimana ya aku ada bukunya itu" - Menanyakan prosedur pencairan dana yang seharusnya sudah bisa diambil)
Petugas Koperasi: "Ten pusat buk bukune"(Artinya: "Di pusat bu, bukunya" - Maksudnya adalah untuk menenangkan nasabah, petugas menyampaikan bahwa buku catatan tabungan disimpan di pusat atau kantor koperasi tempat nasabah menabung)
Ibu Pelapor: "Sah, jare si fitri cair tg 14, lha iki tg 14 si kok raono kabar, yaAllah lha aq kon luru utang rendi sah, wong e do jaluk thr 🙏😭😭😭"(Artinya: "Sah, katanya si Fitri cair tanggal 14, lha ini tanggal 14 kok tidak ada kabar, yaAllah lha aku mau cari utang di mana ya, orangnya minta THR 🙏😭😭😭" - Mengungkapkan kepanikan dan kesulitan ekonomi karena dana yang diharapkan tidak kunjung cair menjelang hari raya)
Petugas Koperasi: "Nggih bu rt ngaputen bu niki Tasek diusahakan kaleh kantor semoga saget cair sesuai kloter nggih buu 🙏🙏"(Artinya: "Iya bu RT maaf bu ini Tasek diusahakan oleh kantor semoga bisa cair sesuai kloter iya buu 🙏🙏" - Sekali lagi memberikan janji yang belum pasti dan menunda pencairan)
drc

