PEKALONGAN,– Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan memastikan tidak ada alokasi Tunjangan Hari Raya (THR) yang bersumber dari institusi Kementerian Agama untuk para guru di bawah naungannya.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Ahmad Farid, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).
“Untuk guru-guru kami di bawah Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, terkait Tunjangan Hari Raya, kalau dari Kementerian Agama dalam arti institusi itu tidak ada. Jadi kami tidak memberikan THR yang bersumber dari Kementerian Agama,” tegasnya.
Meski demikian, Farid menjelaskan bahwa guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetap berpeluang menerima THR dari pemerintah pusat.
“Sesuai informasi yang kami terima, tahun ini guru PNS atau PPPK akan mendapatkan THR dari pemerintah secara umum, berdasarkan informasi dari Kementerian Keuangan. Jadi bukan dari Kementerian Agama secara institusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, di mana THR bagi aparatur sipil negara diberikan melalui skema pemerintah pusat, bukan dari satuan kerja Kemenag daerah.
Terkait jumlah tenaga pendidik, Farid menyebutkan komposisi guru di lingkungan Kemenag Kabupaten Pekalongan cukup beragam. Dari sekitar 800 lebih karyawan PNS di lingkungan kantor, Sekitar 65 persen merupakan guru madrasah yang tersebar di berbagai wilayah.
“Statusnya beragam, ada yang PNS, PPPK, dan masih honorer. Honorer pun ada yang sudah bersertifikasi dan ada yang masih murni honorer. Untuk kinerja Alhamdulillah cukup bagus, meskipun untuk kesejahteraan sebagian memang belum bisa kita pikirkan secara maksimal,” jelasnya.
Selain membahas THR, pihaknya juga menyampaikan sejumlah program pembinaan selama Ramadan, mulai dari salat berjamaah, kajian rutin Zuhur di Masjid, hingga dukungan keikutsertaan pegawai dalam kajian tingkat kabupaten serta kegiatan tadarus Al-Qur’an.
“Kami ingin Ramadan tahun ini lebih bermakna dan teman-teman bisa optimal dalam beribadah,” pungkasnya.
