Infokota.online
Jakarta – Pemerintah mencatat perkembangan positif dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di wilayah terdampak bencana alam. Indeks Perkembangan Harga (IPH) di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, dilaporkan mengalami penurunan signifikan, menandakan mulai pulihnya distribusi dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Capaian tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar di Jakarta. Menurut Mendagri, penurunan IPH menjadi indikator penting bahwa langkah cepat pemerintah dalam merespons dampak bencana terhadap rantai pasok pangan berjalan efektif.
Dalam forum tersebut, Mendagri memberikan apresiasi khusus kepada Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) atas peran aktif dan respons cepat dalam menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi pangan di daerah terdampak bencana.
“Pemerintah, terutama Bulog dan Bapanas, melakukan langkah yang sangat luar biasa. Pengiriman suplai minyak goreng dan beras didorong ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, bahkan melalui jalur udara menggunakan helikopter maupun pesawat Hercules,” ujar Mendagri Tito Karnavian.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pangan nasional menjadi kunci keberhasilan dalam menekan potensi lonjakan harga di tengah keterbatasan akses logistik akibat bencana alam. Gangguan jalur distribusi darat tidak menjadi penghalang utama berkat pemanfaatan jalur alternatif yang dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Perum Bulog memegang peran krusial dalam situasi tersebut. Dengan mengoptimalkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta menyiapkan skema distribusi fleksibel, Bulog memastikan pasokan beras dan komoditas pangan strategis lainnya tetap tersedia bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi pangan di daerah terdampak.
Menanggapi apresiasi Mendagri, Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Apresiasi dari Bapak Menteri Dalam Negeri menjadi motivasi bagi kami untuk terus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana. Bulog menjalankan penugasan pemerintah dengan mengedepankan kecepatan distribusi, fleksibilitas jalur logistik, serta sinergi erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ahmad Rizal dalam siaran pers, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, dalam kondisi darurat Bulog tidak hanya berfokus pada kecukupan stok, tetapi juga pada ketepatan waktu penyaluran agar tidak memicu gejolak harga di tingkat konsumen.
“Kami memastikan stok pangan strategis, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Ketika jalur darat terhambat, Bulog berkoordinasi untuk memanfaatkan jalur alternatif, termasuk distribusi melalui udara, sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, Bulog berkomitmen memperkuat sistem distribusi pangan nasional, meningkatkan kesiapsiagaan logistik, serta menjaga stabilitas harga pangan. Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan nasional, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang aman, cukup, dan terjangkau, khususnya dalam situasi darurat bencana.
(csw)
