infokota.online
Jakarta — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi bergerak cepat memperkuat barisan penanganan bencana di tanah air. Pascapelantikan, Kristomei menggelar audiensi strategis bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Pertemuan tersebut berfokus pada perumusan strategi dan terobosan penanggulangan bencana, khususnya dalam menghadapi ancaman ganda ganda di Indonesia, mulai dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.
Dalam audiensi tersebut, Kepala BNPB menekankan vitalnya data dan analisis cuaca presisi dari BMKG sebagai pijakan utama pengambil kebijakan dan tim lapangan, baik pada fase siaga maupun tanggap darurat.
“Terima kasih atas dukungan BMKG terhadap BNPB dalam penanggulangan bencana selama ini. Akurasi data BMKG menjadi petunjuk arah yang sangat krusial bagi operasi kebencanaan,” ujar Letjen TNI Kristomei Sianturi dalam keterangan resminya.
Ia mengapresiasi kolaborasi teknis yang telah berjalan efektif, seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penyebaran informasi peringatan dini cuaca. Ke depan, keterpaduan ini dipastikan tidak hanya menguat di tingkat pusat, tetapi juga terintegrasi hingga ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh Indonesia.
Diskusi antarpimpinan lembaga tersebut turut menyoroti penanganan kabut asap akibat Karhutla yang masih melanda sejumlah wilayah, sekaligus mengantisipasi anomali cuaca yang berpotensi memicu banjir dan longsor di daerah lain secara bersamaan.
Menutup pertemuan, Kristomei menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam perlindungan masyarakat dari ancaman bencana.
“Penanggulangan bencana di Indonesia membutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas kementerian dan lembaga. BNPB tidak bisa bekerja sendiri,” pungkasnya.
(Yan/csw)
