Infokota.online
Pekalongan — Pemerintah Kabupaten Pekalongan bergerak cepat menangani tiga titik tanggul jebol di sepanjang aliran Sungai Silempeng, Kecamatan Siwalan. Penanganan darurat ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari guna mencegah luapan air asin merusak area persawahan warga jelang masa tanam.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, meninjau langsung lokasi kerusakan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan pada Jumat (2/10/2026). Ia mendesak kontraktor dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk mendahulukan perbaikan pada titik krusial yang jebol.
“Kita sudah sepakat dengan PSDA dan pihak pelaksana untuk memprioritaskan penanganan pada tiga titik jebol ini. Targetnya besok dan lusa sudah selesai,” tegas Sumar saat berada di lokasi peninjauan.
Sumar menjelaskan, perbaikan tanggul ini didanai melalui APBD Kabupaten Pekalongan dan mencakup penanganan menyeluruh dari sisi selatan hingga utara. Selain perbaikan fisik,
ia mendorong perlindungan jangka panjang melalui pendekatan vegetatif dengan menanam pohon berakar kuat seperti mangrove, bakau, cemara laut, dan waru laut di sepanjang bantaran.
Sementara itu, Kepala Bidang PSDA DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Pujo Pramudiarto, membeberkan bahwa proyek peninggian tanggul Sungai Silempeng secara keseluruhan memiliki panjang sekitar 920 meter, lebar empat meter, dan tinggi satu meter. Proyek senilai kurang lebih Rp1 miliar ini telah mencapai progres sekitar 50 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir November 2026.
Pujo mengimbau warga sekitar untuk ikut serta menjaga sarana infrastruktur yang tengah dibangun. “Kami berharap masyarakat turut merawat dan menjaga tanggul ini bersama-sama agar kerusakan serupa tidak terus berulang,” ujarnya.
