Infokota.online
Palangka Raya — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, meluruskan isu penyesuaian anggaran pemerintah pusat dengan memastikan dana penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak mengalami pengurangan. Dukungan anggaran operasional bencana dipastikan mengalir penuh sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Penegasan tersebut disampaikan Suharyanto seusai memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.
Suharyanto menerangkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah hanya menyasar belanja rutin instansi, seperti biaya perjalanan dinas dan konsumsi rapat. Sebaliknya, penanganan darurat bencana tetap menjadi prioritas vital yang disokong penuh oleh Kementerian Keuangan.
“Anggaran untuk penanganan bencana itu tidak ada batasnya. Kebijakan efisiensi itu untuk belanja rutin kantor atau perjalanan dinas. Namun untuk operasional bencana, apa pun yang dibutuhkan di lapangan, kita kerja dulu dan seluruhnya didukung penuh oleh pemerintah,” tegas Suharyanto dalam siaran pers dikutip (12/9/2026).
Operasi Udara dan Rekayasa Cuaca Diperketat
Sebagai komitmen dukungan tak terbatas, BNPB mengerahkan penebalan armada udara untuk memaksimalkan pemadaman titik api di wilayah Kalimantan Tengah.
Sejumlah helikopter pemadam (water bombing) disiagakan dalam kondisi siap tempur (standby dan serviceable), antara lain:
Kamov KA-32AO (UR-CSM)
SA330J PUMA (N-814AR)
Sikorsky S-61N (C-FIZA)
AS 332L Super Puma (C-FPUM)
Adapun helikopter patroli AS350B3 (PK-KIA) dan water bombing Blackhawk EH-60A (ZK-HKU) saat ini menjalani pemeliharaan berkala guna menjamin kesiapan operasi lanjutan.
Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga digencarkan. Pesawat C206B EX (PK-FPU) milik BNPB bersama pesawat CASA (A-2103) dari Kementerian Lingkungan Hidup masing-masing menyelesikan satu sortie penerbangan untuk menyemai benih awan di kawasan strategis, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Katingan, dan Kota Palangka Raya.
Peralatan Taktis Pasok Empat Wilayah Prioritas
Guna menjawab tantangan Satgas Darat yang menghadapi lokasi titik api semakin jauh dari sumber air, BNPB menyalurkan bantuan logistik dan alat pemadam ke empat daerah prioritas: Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kapuas.
Setiap daerah menerima alokasi sarana darat berupa:
30 rol selang lempar (1,5 inci)
5 unit nozzle jet (1,5 inci)
5 unit konektor Y (1,5 inci)
5 unit adaptor (1,5 inci)
2 unit mesin pompa khusus sumur bor
300 boks masker kesehatan untuk personel dan warga
Penebalan perlengkapan ini ditujukan agar Satgas Darat mampu memperpanjang jangkauan pemadaman sekaligus mempercepat penanganan api di medan yang sulit dijangkau.
(Den)
