Infokota.online
Pekalongan — DPRD Kabupaten Pekalongan merespons keras aduan masyarakat terkait dugaan penebangan liar pohon mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Wonokerto. Dinas terkait mendesak segera turun tangan guna mencegah kerusakan ekosistem yang lebih meluas.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, menyayangkan aksi pembalakan tanaman bakau tersebut. Menurutnya, keberadaan mangrove di pesisir sangat krusial sebagai benteng pertahanan alami dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim.
“Penanaman bakau ini adalah kebutuhan bersama hasil kerja keras masyarakat, komunitas peduli lingkungan, hingga pemerintah. Keberadaannya harus dijaga, bukan malah ditebang sembarangan,” tegas Sumar saat berada di Rumah Pompa Merican, Kecamatan Wonokerto, Jumat (7/8/2026).
Sumar menekankan bahwa hutan mangrove berfungsi sebagai sabuk pantai sekaligus paru-paru wilayah pesisir. Ia mengingatkan bahwa penebangan tanpa izin, terlebih untuk diperjualbelikan, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Jika ada kebutuhan mendesak terkait pengelolaan tambak, warga diimbau untuk menempuh prosedur resmi dengan mengajukan izin ke instansi berwenang.
“Kalaupun ada kebutuhan untuk pertambakan, hendaknya mengajukan permohonan izin agar bisa dicek dan ditata secara terukur. Penjarangan karena terlalu rimbun itu dimungkinkan, tetapi bukan dijadikan pekerjaan untuk menebang lalu menjualnya,” lanjutnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, DPRD Kabupaten Pekalongan berencana menggelar rapat kerja lintas sektoral dalam waktu dekat. Komunikasi resmi akan dijalankan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, instansi kehutanan, bagian tata ruang, serta perwakilan kelompok petani tambak.
Menurut Sumar, kawasan pesisir Pekalongan saat ini justru masih membutuhkan reboisasi masif. Pohon bakau yang mampu bertahan hingga usia 50 tahun perlu diperbanyak, bersama komoditas vegetasi pesisir lainnya seperti api-api, waru, dan cemara laut di sepanjang bantaran sungai serta tanggul.
“Semua lapisan masyarakat harus bersama-sama menjaga lingkungan dari kerusakan. Penanaman vegetasi pesisir yang cukup akan memperkuat tanggul dan menciptakan kerindangan kawasan,” pungkas Sumar.
(war)
