Infokota.online
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapannya untuk turun tangan langsung mengatasi keluhan masyarakat yang gagal ditangani oleh pemerintah daerah, mulai dari tingkat gubernur hingga kepala desa. Langkah ini diambil guna memastikan percepatan perbaikan kualitas hidup rakyat di seluruh pelosok Indonesia.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
“Kalau gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat, kita tidak segan-segan Presiden turun tangan untuk memenuhi apa yang diteriakkan oleh rakyat,” tegas Prabowo.
Ia menyoroti persoalan infrastruktur dasar seperti jembatan desa. Meski program Dana Desa sebesar Rp1 miliar per tahun telah berjalan selama satu dekade, masih banyak fasilitas penting di tingkat tapak yang belum terbangun secara mandiri oleh pejabat setempat. Padahal, estimasi biaya pembangunan jembatan desa rata-rata berada pada kisaran Rp400 juta hingga Rp800 juta.
Kendati demikian, Prabowo enggan menyalahkan pimpinan daerah maupun mengungkit persoalan di masa lalu. Ia memilih fokus pada eksekusi solusi nyata secara cepat dan responsif.
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, pemerintah pusat telah menyiapkan program perbaikan fasilitas publik secara masif dalam jangka pendek. Target perbaikan mencakup renovasi lebih dari 70.000 sekolah hingga akhir tahun 2026, yang diproyeksikan meningkat hingga 100.000 sekolah pada tahun depan. Seluruh fasilitas sekolah di Indonesia ditargetkan rampung direhabilitasi total dalam waktu tiga tahun ke depan.
Tak hanya sektor pendidikan, pemerintah pusat juga akan merenovasi seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Indonesia yang tercatat belum tersentuh perbaikan selama lebih dari 30 tahun.
(csw)
