infokota.online
Kajen — Didorong rasa lelah akibat kondisi akses jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah daerah, warga Desa Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memilih mengambil tindakan mandiri. Secara bergotong royong, masyarakat setempat berhasil mengumpulkan dana swadaya hingga Rp30 juta untuk mengecor ruas jalan yang telah rusak selama bertahun-tahun, Minggu (26/7/2026).
Pengecoran jalan yang digarap melalui aksi kerja bakti tersebut menyasar jalur sepanjang 75 meter dengan lebar 3 meter. Seluruh pembiayaan proyek ini murni bersumber dari iuran warga yang prihatin terhadap terhambatnya mobilitas harian di desa mereka.
Koordinator kegiatan sekaligus tokoh masyarakat setempat, Nashorin, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul lantaran kerusakan jalan tidak hanya mengganggu pergerakan roda ekonomi warga, tetapi juga kerap mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas.
“Karena belum ada perbaikan dari dinas terkait, masyarakat berinisiatif bergotong royong mengumpulkan dana dan tenaga agar jalan ini bisa kembali layak dilalui. Ini murni hasil kebersamaan warga,” ujar Nashorin.

Aksi penanganan jalan secara mandiri ini melibatkan partisipasi aktif lintas generasi.
Mulai dari pemuda hingga orang tua turun langsung menyumbangkan tenaga dalam proses pengecoran dari awal hingga selesai.
Kendati berhasil memuluskan sebagian jalur, warga menegaskan bahwa perbaikan swadaya ini barulah tahap awal. Taufik, salah seorang warga Desa Wringin Agung, menuturkan bahwa dana serta kemampuan warga terbatas, sementara kerusakan di titik lain masih tergolong parah.
“Kami berharap pemerintah dapat melanjutkan perbaikan jalan yang masih rusak. Warga sudah berusaha semampunya, tetapi tentu masih banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan agar aktivitas masyarakat menjadi lebih aman dan lancar,” harap Taufik.
Masyarakat menyuarakan harapan agar aksi cepat warga ini dapat mengetuk perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk segera turun tangan menuntaskan pembangunan infrastruktur yang merata, khususnya di wilayah Kecamatan Doro.
Dro/war
