Infokota.online
Pekalongan — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026) dini hari, menyebabkan genangan air di sejumlah titik di Kecamatan Kedungwuni. Sedikitnya 15 unit rumah warga terendam dengan ketinggian air rata-rata mencapai 20 hingga 25 sentimeter.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan kondisi masih terkendali. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi ke tempat penampungan. Warga terdampak memilih sementara waktu berpindah ke rumah tetangga terdekat yang posisinya lebih tinggi.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yususf, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Kedungwuni menyampaikan, jajaran Polsek Kedungwuni langsung bergerak cepat begitu menerima laporan adanya genangan air akibat curah hujan tinggi. Personel diterjunkan untuk melakukan patroli dan monitoring di wilayah terdampak, mulai dari Kedungwuni Barat hingga Kedungwuni Timur.
“Sejak dini hari anggota kami sudah melakukan pemantauan perkembangan genangan air. Ada tiga titik utama yang terdampak, yakni Kelurahan Kedungwuni Barat, Desa Pakisputih, dan Kelurahan Kedungwuni Timur, dengan ketinggian air antara 20 sampai 25 sentimeter,” ujar
Kapolsek Kedungwuni, Rabu (21/1).
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, genangan air merendam satu rumah di Kelurahan Kedungwuni Barat RT 003 RW 014, empat rumah di Dukuh Plutungan, Desa Pakisputih, serta sepuluh rumah di Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur. Total sebanyak 15 rumah terdampak banjir.
Kapolsek menegaskan, hingga pukul 00.25 WIB situasi di wilayah hukum Polsek Kedungwuni terpantau aman dan terkendali. Tidak ditemukan kerugian materiil yang menonjol, serta tidak ada laporan korban jiwa.
“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian besar. Warga yang rumahnya tergenang hanya sementara menumpang di rumah tetangga terdekat,” jelasnya.
Dalam penanganan banjir tersebut, Polsek Kedungwuni berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan BPBD Kabupaten Pekalongan. Tim Siaga Bhayangkara juga dioptimalkan untuk terus berpatroli, memantau ketinggian air, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami mengerahkan Tim Siaga Bhayangkara untuk berjaga di pemukiman warga. Selain memantau debit air, anggota juga memberikan imbauan agar masyarakat tetap tenang dan waspada,” tambah Kapolsek.
Update terakhir menunjukkan kondisi mulai membaik. Hujan di wilayah Kedungwuni dilaporkan telah reda dan genangan air di rumah-rumah warga berangsur surut. Meski demikian, petugas tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.
“Kami akan terus melakukan monitoring hingga kondisi benar-benar normal kembali. Masyarakat kami imbau tetap waspada, terutama terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan,” pungkasnya.
(war)
