Buntut Kericuhan dan Pemukulan Pemain, PERSITA FC Tanjungkulon Didiskualifikasi dari Karang Taruna Cup VII KAJEN
Pekalongan, 26 Juli 2026 – Turnamen sepak bola Karang Taruna Cup VII Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, diwarnai aksi tidak terpuji. Tim PERSITA FC Tanjungkulon resmi dijatuhi sanksi berat berupa diskualifikasi dari kompetisi setelah suporternya terbukti melakukan invasi ke lapangan dan penganiayaan terhadap pemain lawan.
Keputusan tegas tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panitia Disiplin Nomor: 03/Pandis.KTC VII/VII/2026 yang ditetapkan di Kajen pada Minggu, 26 Juli 2026, dan ditandatangani oleh Ketua Panitia Disiplin, Nur Roso, S.H., C.Gmc.
Kronologi KejadianBerdasarkan hasil pemeriksaan alat bukti berupa laporan perangkat pertandingan, foto, serta rekaman video, insiden terjadi pada laga antara PERSITA FC Tanjungkulon VS SKY FC Sokoyoso yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Kajongan pada Minggu, 26 Juli 2026.
Kerusuhan pecah sekitar pukul 17.00 WIB pada menit ke-43 pertandingan. Sejumlah besar penonton/suporter dari pihak PERSITA FC Tanjungkulon nekat menerobos dan masuk ke tengah lapangan. Aksi invasi tersebut memicu keributan hingga berujung pada tindakan pemukulan terhadap pemain SKY FC Sokoyoso. Panitia Disiplin menilai tindakan tersebut bertentangan dengan semangat sportivitas, etika, dan aturan disiplin organisasi.
Poin-Poin Keputusan Pandis
Melalui sidang penelaahan dan mendengarkan keterangan saksi, Panitia Disiplin Karang Taruna Cup VII menetapkan beberapa poin sanksi:
1. Diskualifikasi: Menghukum tim PERSITA FC Tanjungkulon dengan sanksi diskualifikasi dari Turnamen Karang Taruna Cup VII Tahun 2026 Kecamatan Kajen.
2. Tanpa Hak Banding: Tim PERSITA FC Tanjungkulon diputuskan tidak dapat mengajukan banding atas sanksi ini.
3. Peringatan Keras: Pengulangan terhadap pelanggaran serupa di masa mendatang akan berakibat pada sanksi yang jauh lebih berat.
4. Kepatuhan: Pihak PERSITA FC Tanjungkulon diperintahkan untuk tunduk dan mematuhi keputusan yang berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Keputusan ini diambil merujuk pada Statuta dan Kode Disiplin PSSI 2023 (khususnya Pasal 52 Jo Pasal 55) serta Regulasi Karang Taruna Cup VII Tahun 2026 Nomor 19 Point C. Tembusan surat keputusan ini juga telah disampaikan kepada Ketua PSSI Kab. Pekalongan, Wasit dan Pengawas Pertandingan, serta seluruh peserta turnamen.
Pernyataan Sikap dan Tanggapan PERSITA FC Tanjungkulon
Sementara itu, perwakilan dari pihak PERSITA FC Tanjungkulon, DW, merasa keputusan diskualifikasi tanpa hak banding tersebut sangat merugikan timnya, mengingat saat pertandingan berlangsung mereka sedang dalam posisi unggul.”Apakah fair jika sudah unggul 2-0 tetapi didiskualifikasi? Tanpa diperbolehkan mengajukan banding oleh panitia? Mohon maaf, PERSITA merasa dirugikan sekali atas diskualifikasi ini,” ujar DW.
Pihak PERSITA FC juga menyoroti sejumlah kejadian sebelum dan saat kerusuhan yang dinilai merugikan tim Tanjungkulon. Pertama, adanya aksi mogok bermain dari tim SKY FC Sokoyoso terkait keabsahan pemain PERSITA. DW menegaskan bahwa seluruh pemain PERSITA sudah sesuai SOP, lolos tahap verifikasi/screening panitia, dan terbukti asli warga negara Indonesia (WNI) asal Tanjungkulon. Aksi mogok tersebut dinilai memangkas durasi menit bermain.
Kedua, mengenai kerusuhan di lapangan, DW mengakui adanya kelalaian dari pihak ofisial sehingga salah satu suporter PERSITA menerobos masuk dan mengena pemain lawan. Namun, pihaknya menyayangkan aksi balasan yang tergolong pengeroyokan.
“Memang dari suporter PERSITA salah satu ada yang menerobos masuk yang mengenai pemain Sokoyoso atas kelalaian dari ofisial PERSITA kami sadari. Tetapi dari balasan mereka apa? Mulai dari pemain dan suporter dari Sokoyoso FC melakukan pukulan, tendangan, dan terjadinya pengeroyokan atas suporter dari PERSITA sendiri yang berdampak harus dirawat di RSUD Kajen,” ungkapnya.
Selain itu, pihak PERSITA FC juga mempertanyakan kesiapan panitia pelaksana terkait pengamanan pertandingan.”Berkaca dari evaluasi pertandingan sebelumnya, apakah jumlah panitia dan pihak keamanan sudah ditambahi sebelumnya oleh panitia KT? Izin bertanya nggih, soalnya dilihat-lihat dari keamanan yang terlihat hanya beberapa orang saja, tidak begitu banyak,” imbuh DW menyoroti minimnya personel pengamanan di lokasi.
drc
