Kota Pekalongan – Museum Batik Pekalongan menghadirkan inovasi edukatif di tengah arus mudik dengan membuka stand edukasi untuk pertama kalinya di posko mudik kawasan Monumen Kota Pekalongan. Program ini menyuguhkan pameran koleksi batik sekaligus workshop membatik gratis bagi para pemudik yang singgah.
Kehadiran stand tersebut menjadi alternatif aktivitas positif bagi pemudik yang beristirahat. Mereka tidak hanya melepas lelah, tetapi juga dapat menikmati mini pameran batik serta mencoba langsung proses pembuatan batik tulis.
Educator Workshop Museum Batik Pekalongan, Murni, yang bertugas di lokasi, secara langsung mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Dalam workshop singkat itu, pemudik diperkenalkan pada tahapan dasar membatik, mulai dari penggunaan canting, pembuatan motif sederhana, hingga teknik dasar membatik.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga memberikan edukasi dan hiburan,” ujar Murni.
Ia menambahkan, konsep workshop dirancang sederhana dan fleksibel agar tetap nyaman diikuti oleh pemudik yang memiliki waktu terbatas.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan batik khas Pekalongan kepada masyarakat dari berbagai daerah yang melintas selama musim mudik.
Melalui program ini, diharapkan para pemudik tidak hanya mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas, tetapi juga membawa pulang pengalaman baru serta pengetahuan tentang batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.
