PEKALONGAN, – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, permintaan rengginang singkong khas Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, mengalami lonjakan signifikan. Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat bahkan kewalahan memenuhi pesanan yang terus berdatangan.
Salah satu pedagang, Isnah Karimah, mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan rengginang singkong sudah menjadi tren tahunan setiap memasuki Ramadan hingga Lebaran. Produk ini diminati karena cita rasanya yang gurih dan unik, serta harganya yang terjangkau.
“Setiap menjelang Ramadan dan Lebaran, penjualan pasti naik. Rengginang singkong ini punya rasa khas, enak, dan harganya murah, jadi banyak dicari untuk oleh-oleh,” ujar Isnah, Kamis (19/3/2026).
Berbeda dari rengginang pada umumnya yang berbahan dasar ketan, produk khas Desa Nyamok ini dibuat dari singkong, sehingga memiliki keunikan tersendiri. Saat ini, terdapat lebih dari 15 pengrajin yang memproduksi rengginang singkong di desa tersebut. Lonjakan permintaan menjelang Lebaran membuat sebagian pengrajin mulai kehabisan stok.
“Dalam satu hari, setiap pengrajin mampu menjual lebih dari 100 bungkus rengginang, dengan keuntungan bersih minimal Rp100 ribu.” Jelas Isnah.
Pembeli tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Jakarta, Semarang, hingga Bali. Bahkan, sejumlah reseller dari Kesesi, Pemalang, Comal, Kota Pekalongan, Batang, dan sekitarnya turut datang untuk membeli dalam jumlah besar.
“Rengginang singkong ini kerap dijadikan buah tangan khas, bahkan tak jarang dibeli sebagai hadiah untuk keluarga maupun calon mertua saat Lebaran.” Papar isnah.
Isna menambahkan, momen Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM. Selain meningkatkan penjualan, aktivitas produksi juga ikut meningkat seiring tingginya permintaan pasar.
“Produk rengginang singkong Desa Nyamok sendiri telah diproduksi selama sekitar 20 tahun dan hingga kini tetap eksis serta digemari masyarakat dari berbagai kalangan.” Jelas isnah.
Rengginang singkong kini juga bisa dibeli secara online melalui Shopee.
Kunjungi toko:
Rengginang Singkong Pekalongan
https://id.shp.ee/xeSuMT9w
“Produk tersedia dalam dua pilihan, yakni kemasan mentah dan matang. Untuk kemasan mentah, pembeli dapat menggoreng sendiri di rumah. Sementara kemasan matang siap santap, tanpa perlu repot membeli minyak goreng, serta sudah dilengkapi dengan toples cantik.” Pungkas Isnah.

Sementara itu, perangkat Desa Nyamok, Hananto, menyebut lonjakan pesanan ini menjadi berkah bagi warga setempat, khususnya para pengrajin.
“Alhamdulillah warga desa kami bisa ikut merasakan lonjakan pesanan menjelang hari raya,” kata Hananto.
Ia menambahkan, para pengrajin rengginang singkong sebelumnya telah mendapatkan pelatihan, sehingga mampu mengembangkan usaha hingga bertahan selama bertahun-tahun.
“Para pengrajin ini dulunya sempat mendapatkan pelatihan untuk membuat rengginang singkong. Alhamdulillah bisa terus berjalan hingga hari ini,” imbuhnya.
Hananto juga menilai, sebagai desa yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan, produk olahan tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai oleh-oleh khas daerah.
“Olahan makanan ini layak dijadikan sebagai oleh-oleh khas,” pungkasnya.
