Infokota.online
Kajen, Pekalongan — Pemerintah Kabupaten Pekalongan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) untuk mencetak 6.000 petani muda hingga tiga tahun ke depan. Komitmen tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services – Scaling Up Intervention (YESS-SI) di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (12/10/2026).
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., dan Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, S.P., M.P.
Melalui program bernilai strategis ini, Pemkab Pekalongan bertekad mengikis ancaman krisis regenerasi di sektor pertanian. Meski memiliki potensi lahan panen padi mencapai 40.923 hektare dengan produksi 213.561 ton pada 2025, dominasi petani berusia lanjut dan minimnya minat generasi muda masih menjadi tantangan utama daerah.
“Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) kita seluas 17.261,97 hektare terancam tidak tergarap optimal jika tidak ada regenerasi. Lewat YESS-SI, kita rangkul pemuda desa usia 17–39 tahun, termasuk anak putus sekolah, penyandang disabilitas, hingga warga di wilayah terpencil agar tertarik mengembangkan bisnis pertanian,” tegas Plt. Bupati Sukirman.
Sukirman menambahkan, kolaborasi ini merupakan bentuk supporting system daerah dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional bentukan Presiden dan Kementerian Pertanian. Guna menyukseskan target tersebut, Pemkab Pekalongan akan membentuk tim koordinasi kabupaten, memperkuat kelembagaan, mengintegrasikan program ke perencanaan daerah, serta membangun forum multipihak bersama perbankan dan dunia usaha.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menjelaskan bahwa YESS-SI merupakan kelanjutan dari program YESS yang didanai International Fund for Agricultural Development (IFAD) Italia. Setelah dinilai sukses selama lima tahun (2019–2024), program ini diperluas ke lima provinsi, termasuk Jawa Tengah dan DIY.
Berdasarkan kajian IPB dan UGM, Kabupaten Pekalongan terpilih sebagai satu dari empat kabupaten prioritas di wilayah Jawa Tengah dan DIY bersama Banyumas, Magelang, dan Gunungkidul. Total target nasional pencetakan petani muda mencapai 34.000 orang, di mana Pekalongan mendapat jatah 6.000 peserta.
“Tahun 2026 ini kita fokus pada tahap pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) bersama dinas-dinas terkait. Sasaran program akan dilatih, dimagangkan, hingga diberikan hibah kompetitif agar program ini berjalan penuh mulai 1 Januari 2027,” terang Hermawan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Dr. H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kerja sama konkret ini. Menurutnya, sektor pertanian masih menyumbang posisi tiga besar dalam PDRB serta penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Pekalongan.
“MoU ini bukan sekadar Tri Dharma Perguruan Tinggi biasa, tapi langsung menyasar aksi nyata penumbuhan wirausaha muda. Pekalongan beruntung menjadi salah satu lokasi terpilih, dan kami berkomitmen penuh menyukseskannya,” pungkas Akbar.
(war)
