Infokota.online
Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk mendukung operasional penyuluh pertanian serta perbaikan sarana Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Langkah ini dinilai strategis guna mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.
Dukungan resmi tersebut ditandai melalui penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pengelolaan Sarana Prasarana serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Mendagri menekankan bahwa penyuluh pertanian memegang peranan krusial sebagai jembatan yang menerjemahkan program pemerintah pusat ke tingkat tapak. Guna menunjang efektivitas mereka di lapangan, pemda diminta membantu pembiayaan operasional BPP di tingkat kecamatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Transfer ke Daerah (TKD), maupun skema penganggaran resmi lainnya.
“Persoalannya adalah beliau (Menteri Pertanian) memerlukan pasukan di lapangan. Jadi selama ini beliau bekerja sama dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan),” ujar Tito.
“Kami kira, kita mem-backup sepenuhnya pada Bapak Menteri Pertanian,” tegas Mendagri.
Menanggapi kebutuhan infrastruktur tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pihak Kementan akan turun tangan memperbarui fasilitas BPP yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data Kementan per 9 Oktober 2026, tercatat sebanyak 37.237 penyuluh pertanian di seluruh Indonesia bertugas dengan naungan 5.836 unit BPP.
Mentan menegaskan komitmen penanganan cepat untuk perbaikan gedung BPP yang rusak agar siap menampung para petugas lapangan secara optimal.
“Kami langsung refocusing anggaran biaya tahun ini. Kalau bisa dua bulan selesai yang tadi rusak berat, kita perbaiki. Kemudian Insyaallah tahun depan sudah selesai semuanya. Ini (BPP) untuk tempatnya PPL bernaung,” ungkap Amran.
Di akhir pernyataannya, Mentan turut mengapresiasi kinerja Mendagri Tito Karnavian yang konsisten menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga pangan daerah.
“Terima kasih Pak Mendagri, Profesor Tito. Beliau Bapak inflasi Indonesia yang menstabilkan harga sepanjang jabatan beliau, selama beliau menjabat sampai hari ini,” tutur Amran.
Kegiatan penandatanganan SEB ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
(csw)
