Infokota.online
Siak, Riau — Sinergi lintas sektor diwujudkan secara nyata melalui aksi penghijauan massal di Kabupaten Siak, Riau. Sebanyak 20.000 bibit pohon ditanam di atas lahan seluas 40 hektare kawasan PT Bumi Siak Pusako pada Sabtu (10/10/2026).
Aksi kolaboratif ini melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, elemen buruh, pelaku usaha, serta masyarakat setempat sebagai langkah konkret pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus memperingati HUT ke-81 TNI.
Kabaharkam Polri Komjen Pol Herry Heryawan menegaskan, aksi ini merupakan wujud nyata dari konsep Green Policing dan prinsip “Polisi Bersama Masyarakat” yang digaungkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Menurutnya, pemeliharaan keamanan dan lingkungan tidak bisa dibebankan kepada aparat semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen warga.
“Masyarakat tidak semestinya hanya menjadi objek pengamanan, melainkan mitra aktif. Pengalaman penanganan Karhutla di Riau membuktikan pentingnya penguatan pencegahan sejak dini daripada sekadar merespons saat kebakaran terjadi,” ujar Herry di lokasi kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menjelaskan bahwa penanaman pohon ini mengintegrasikan strategi Green Defense dan Green Policing sebagai investasi ekologis jangka panjang bagi ketahanan nasional.
“Menjaga alam berarti alam akan menjaga kita. Kerusakan ekosistem ber dampak langsung pada kesehatan, kesejahteraan, dan ekonomi. Oleh karena itu, gerakan ini menjadi investasi besar bagi generasi mendatang,” ungkap Agus.
Aksi penghijauan di Siak ini menjadi bagian dari Gerakan Riau CERAH (Cegah, Rawat, Hijaukan) serta mendukung Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Herry juga mengapresiasi keterlibatan serikat buruh dalam agenda ekologi ini. Menurut mantan Kapolda Riau tersebut, buruh memiliki peran strategis sebagai kekuatan sosial dalam menjaga stabilitas serta kelestarian daerah.
Meski demikian, Herry mengingatkan pentingnya aspek perawatan pascalokasi agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh optimal.
“Penghijauan tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi dari keberlanjutan pemeliharaannya. Jangan sampai kita pandai menanam, namun tidak peduli untuk merawat,” tegas perwira tinggi lulusan Akpol 1996 tersebut.
Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan ini diwarnai dengan aksi bakti sosial berupa pembagian 1.000 paket sembako kepada anggota serikat pekerja dan warga Kampung Dayun.
Berdasarkan data aplikasi Dashboard Green Policing per 8 Oktober 2026, sebanyak 9.829 pohon tercatat telah ditanam di Riau. Angka tersebut terus bertambah seiring masifnya gerakan penanaman satu juta pohon menuju Indonesia Asri di Bumi Lancang Kuning.
(efs/war)
