infokota.online
Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pendapatan masyarakat kelas menengah di Indonesia akan kembali tumbuh pesat dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan. Kebangkitan sektor ini didorong oleh komitmen pemerintah dalam memicu percepatan pertumbuhan ekonomi nasional hingga menembus angka di atas 6 persen.
Purbaya tidak menampik bahwa kelompok kelas menengah belakangan ini mengalami penurunan daya beli dan tekanan pendapatan. Kondisi tersebut merupakan imbas dari laju pertumbuhan ekonomi nasional yang sempat stagnan di bawah 5 persen, hingga memicu deindustrialisasi dan mempersempit pembukaan lapangan kerja formal.
“Problemnya sekarang kelas menengah pendapatannya turun. Makanya kita ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Kalau pertumbuhan ekonomi di bawah 5 persen rata-rata, terjadi deindustrialisasi dan akibatnya penciptaan lapangan kerja formal berkurang,” kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen yang bakal dikejar secara bertahap. Purbaya menilai, pertumbuhan di kisaran 6,5 persen menjadi angka krusial agar perekonomian nasional mampu menciptakan lapangan kerja formal secara berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan dapat memutarbalikkan tren deindustrialisasi kembali menjadi industrialisasi, sekaligus melahirkan kelompok masyarakat menengah yang baru.
Guna memuluskan target tersebut, pemerintah menyiapkan serangkaian strategi mencakup:
Hilirisasi dan Insentif Industri: Memfokuskan pengembangan hilirisasi industri serta mengucurkan insentif bagi sektor padat karya, seperti industri tekstil.
Injeksi Likuiditas Perbankan: Mengalirkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan komersial untuk menekan suku bunga kredit dan mendorong ekspansi sektor riil.
Kelonggaran Dunia Usaha: Menerapkan pembebasan pajak UMKM bagi kelompok usaha tertentu dan membentuk Satgas Debottlenecking untuk menyelesaikan hambatan perizinan di lapangan.
Purbaya menegaskan, pemberian insentif dan percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi kunci utama dalam membuka lapangan kerja formal, sehingga kelas menengah yang ada saat ini dapat tumbuh lebih cepat.
(csw)
