Infokota.online
Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik monopoli yang memicu lonjakan harga pakan ayam dan menyulut aksi protes peternak di berbagai daerah. Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke Satgas Pangan Polri untuk segera ditindak tegas.
Temuan tersebut diungkapkan Amran dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Ia menyebut adanya tindakan tak wajar dari oknum tertentu, termasuk pembengkakan biaya penurunan pakan dari kapal yang melonjak hingga 7 dolar AS atau sekitar Rp124.166 per ton.
“Kemarin ada demo peternak se-Indonesia. Kami langsung terbang dari NTT ke Jawa Timur untuk melalukan pertemuan, ternyata memang ada oknum yang melakukan monopoli dan menaikkan harga secara tidak wajar,” tegas Amran.
Guna meredam gejolak pasar dan menjaga stabilitas harga, pemerintah menunjuk BUMN pangan, ID Food, sebagai stabilisator melalui skema impor terukur. Pemerintah mematok batasan harga secara ketat agar tidak ada pihak yang bermain dalam rantai distribusi pakan.
“Sekarang stabilisatornya adalah ID Food. Karena statusnya BUMN, harganya kami patok. Manakala ada manipulasi, pengurusnya bisa langsung diganti,” ujar Amran.
Tingginya harga pakan berdampak langsung pada biaya produksi peternak. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mencatat, harga pakan melonjak Rp1.000 hingga Rp1.200 per kilogram dalam tiga bulan terakhir, dari kisaran Rp8.300–Rp8.500 menjadi Rp9.500 per kilogram.
Selain pakan, harga anak ayam usia sehari (day old chick/DOC) turut melambung dari Rp6.000 menjadi kisaran Rp8.000 per ekor. Kondisi ini mendongkrak harga ayam hidup di tingkat peternak ke level Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
Efek berantai lonjakan biaya produksi ini bermuara pada konsumen akhir. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat, rata-rata harga nasional daging ayam ras segar menyentuh Rp42.850 per kilogram per 31 Agustus 2026, naik 1,42 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
(csw)
