
Pertemuan Sukirman dengan Duta Petani Milenial: Solusi Krisis Regenerasi Petani Pekalongan

Pekalongan, 22 Mei 2026 – Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, menggelar pertemuan tertutup bersama pengurus Duta Petani Milenial (DPM) Komda Kabupaten Pekalongan di ruang kantor Wakil Bupati. Pertemuan ini diadakan khusus untuk membahas dan mencari solusi atas berbagai isu krusial di sektor pertanian, terutama masalah minimnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, Sukirman menyampaikan perhatian besarnya terhadap karya-karya inovatif yang dikembangkan oleh anak bangsa di bidang pertanian. Ia menegaskan akan mengambil langkah strategis bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan struktur pemerintahan untuk membangkitkan kembali minat generasi penerus terhadap sektor ini.
"Dengan mengembangkan karya dan pengetahuan pemuda yang sudah aktif di sektor pertanian dan tergabung dalam Duta Petani Milenial, saya yakin bisa menjadi langkah awal yang baik untuk pengembangan ke depannya. Kami membina dan meningkatkan apa yang sudah ada, juga mengkampanyekan pertanian terkini kepada generasi penerus yang mungkin belum tertarik kepada dunia pertanian agar lebih mengerti sisi positif dan menjanjikannya pertanian," ujar Sukirman.
Selain pengembangan karya pemuda, Sukirman juga menekankan pentingnya penguatan literasi pertanian bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang pertanian masa kini—yang telah memadukan teknologi canggih seperti robotik dan Internet of Things (IoT)—adalah modal utama. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki harapan regenerasi petani di Kabupaten Pekalongan.
"Saya rasa literasi pengetahuan pertanian adalah modal utama agar generasi muda paham seperti apa dunia pertanian sekarang... jadi dengan wawasan yang lebih dalam masyarakat bisa meningkatkan produktivitas pertaniannya juga harapan regenerasi petani bisa membaik," tambahnya.
Pertemuan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ketersediaan petani di masa depan, dengan menjadikan Duta Petani Milenial sebagai garda terdepan dalam inovasi dan sosialisasi pertanian modern.
Duta Petani Milenial Pekalongan Siap Bersinergi Wujudkan Pertanian Modern dan Berdaya Saing
Menanggapi langkah dan komitmen Plt. Bupati Sukirman, Ketua Duta Petani Milenial (DPM) Komisariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Kuswanto, menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah.
Ia menegaskan DPM akan berperan aktif meningkatkan produktivitas pertanian serta memperluas penyuluhan kepada masyarakat melalui beragam program kerja yang telah disusun.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Sukirman selaku Plt. Bupati Pekalongan yang telah mengundang kami membahas isu-isu krusial dunia pertanian saat ini. Memang benar minat generasi muda terhadap pertanian turun, kami yang sudah tergabung dalam DPM merasa senang diperhatikan oleh pemerintah daerah dan difasilitasi program kerja kami," ungkap Kuswanto.
Ia juga menyoroti potensi besar anak muda Pekalongan yang kreatif, inovatif, dan terdidik. Berbagai produk unggulan yang telah dihasilkan DPM, kata Kuswanto, bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, namun juga berpotensi menjadi ikon atau ciri khas identitas "Pekalongan Kota Santri" ke depannya.
Kuswanto ingin mengubah pandangan masyarakat yang masih menganggap pertanian itu konvensional dan berat. "Petani tidak selalu harus menanam padi, dan petani tidak melulu berkutat dengan lumpur. Ada berbagai pilihan seperti hidroponik, greenhouse, dan pertanian metode cerdas lainnya. Kami berharap anak-anak muda ini bisa menjadi pengaruh bagi pemuda lainnya agar mau terjun ke dunia pertanian," tambahnya.
Senada dengan itu, Humas DPM Pekalongan, Handono Warih, menyebut pertemuan yang berlangsung pada 22 Mei 2026 lalu adalah kabar gembira bagi para pelaku inovasi pertanian.
Ia menyebutkan sejumlah karya unggulan hasil tangan dingin putra daerah, seperti pupuk organik cair dan alpukat varietas lokal, kini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Ke depannya, kedua produk tersebut akan dikembangkan dan dimutakhirkan secara bersama-sama antara DPM dan pemerintah daerah, sebagai bukti nyata dukungan terhadap karya dan inovasi lokal.
Pertemuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pemuda pelaku pertanian menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan regenerasi serta memajukan sektor pertanian Pekalongan ke arah yang lebih maju, modern, dan menjanjikan.
har
