PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan, melalui Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, mengikuti secara daring peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (16/5/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Naker Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada koperasi di wilayahnya yang beroperasi penuh, namun persiapan terus dikebut untuk mencapai target nasional bulan Agustus mendatang.
Menurut Siti Masruroh, dari total 285 KDMP yang telah terbentuk dan berbadan hukum di seluruh desa dan kelurahan, baru 13 yang sudah menunjukkan aktivitas awal, sementara kelengkapan sarana prasarana masih didistribusikan bertahap oleh PT Agrinas sesuai instruksi Presiden.
“Seperti yang kami sampaikan dua minggu lalu, penyerahan kendaraan roda tiga dan pikap baru sebagian. Di titik Tanjung Kulon misalnya, baru tersedia rak, AC, dan peralatan dasar gerai sembako, kendaraan sudah ada tapi kelengkapan lain masih menyusul. Lokasi ini kami pilih karena posisinya sangat strategis di pinggir jalan raya,” jelasnya.
Dari 65 gedung gerai yang telah selesai dibangun, baru 57 yang menerima sebagian perlengkapan, namun belum lengkap sepenuhnya. Terkait pengelolaan, sejalan arahan Menko Pangan, pemerintah pusat sedang merekrut 30.000 manajer profesional yang nantinya akan ditempatkan di koperasi yang siap beroperasi, lengkap dengan sistem dan perangkat pendukungnya.
“Melihat target Presiden agar berjalan efektif Agustus nanti, kami optimis sebagian besar dari 65 titik yang siap itu bisa beroperasi bertahap di bulan yang sama, berbarengan gelombang peresmian nasional,” tegas Siti.
KDMP Prioritaskan Hasil Karya UMKM Lokal
Pihaknya juga memprioritaskan penguatan produk lokal. Di Tanjung Kulon, misalnya, terdapat komunitas pengelola sampah yang punya produk namun belum punya izin PIRT dan sertifikat halal. Tim Dinas Koperasi dan UMKM langsung memberikan pendampingan agar produk tersebut layak dipasarkan dan bisa masuk etalase koperasi.
“Harapan kami, ruang display koperasi nanti didominasi produk UMKM setempat. Sesuai arahan Presiden, KDMP ini penggerak ekonomi desa. Masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas harus terus didorong tingkatkan kualitas dan jangkauan pasar agar produk desa mampu bersaing,” tambah Siti Masruroh.
Ia menegaskan, keberadaan koperasi ini bukan sekadar program, melainkan solusi nyata memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja, dan mengangkat potensi unggulan setiap desa di Kabupaten Pekalongan.
drc
